Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Menjadi Pribadi Unggul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menjadi Pribadi Unggul. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 September 2010

Menjadi Pribadi Unggul

Tentulah setiap orang menginginkan menjadi yang ”ter –”, entah itu terbaik, terpintar, terkaya, tercantik, tertampan, tersehat, terkuat, atau apapun itu. Namun apakah kita menjumpai bahwa diri ini termasuk bagian dari yang diinginkan itu. Teramat jarang kita menjadi sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun apakah setelah kita tidak menjadi yang ”ter –” itu, menyebabkan kita menjadi tak berdaya.

Thomas Alfa Edison seorang penemu bohlam, dia adalah orang yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formalnya karena dianggap tidak mampu dan dianggap berbeda dengan orang kebanyakan. Namun berkat dorongan ibunya dan keinginanannya yang kuat untuk belajar akhirnya ia bisa menciptakan bola lampu pijar, yang sampai sekarang hasil ciptaannya tersebut dapat dinikmati oleh hampir semua orang didunia ini. Syeikh Ahmad Yassin, seorang pemimpin spiritual Hamas adalah seorang yang buta dan juga tuli. Namun apakah dia kemudian berdiam diri saja dengan kelemahannya. Syeikh ini sampai diakhir hayatnya tidak pernah lelah untuk terus mengobarkan semangat perlawanan kepada kaum zionis dan kemudian mampu menggerakkan para pemuda, ibu-ibu, bahkan anak-anak untuk menjemput syahid. Adalagi Bilal bin Rabah, seorang sahabat Rasulullah SAW dari kalangan budak berkulit hitam, ia tidak pernah merasa rendah diri dengan fisiknya. Bahkan Rasulullah SAW pun telah mendengar terompahnya di surga. Subhanallah, orang yang masih hidup di dunia pada saat itu, namun langkah terompahnya sudah terdengar berada di surga.

Kenapa orang-orang yang nampak secara fisik lemah dan tidak tampak kelebihan apa-apa ini bisa menjadi begitu unggul? Satu hal yang harus kita pahami bahwa mereka meyakini bahwa mereka adalah yang terunggul. Kenapa demikian, karena dari awal kita tercipta di dunia ini memang sudah unggul. Dari jutaan sel sperma yang berebut membuahi sel telur, ternyata kitalah yang terunggul, kitalah yang kemudian menjadi manusia. Kitalah yang terlahir dengan sempurna dan berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Ini sudah menunjukkan bahwa betapa unggulnya kita.

Ternyata menjadi unggul itu tidak mesti menjadi yang ”ter –”. Namun pribadi yang unggul adalah mereka tahu secara persis potensi apa yang mereka miliki, dan dengan kemampuan yang optimal, mereka mampu menggerakkan setiap elemen yang bergerak disekitarnya itu. Menjadi unggul tidklah sulit, yang tersulit adalah bagaimana kita dapat menemukan potensi unggul yang terdapat didiri kita masing-masing. Setiap orang tentu bisa menjadi unggul, bahkan orang yang cacat secara fisik sekalipun. Sadarilah, bahwa saat ini kita terlahir dengan kesempurnaan, tidak hanya satu keunggulan yang bisa kita buat, ada banyak keunggulan yang bakal tercipta. Selain itu, turutlah berbahagia dengan keunggulan orang lain, karena dengan seperti itu kita tetap bisa menjaga ruang kita untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Teruslah bersemangat sebagai insan yang tetap unggul saudaraku.

Wallahu ‘alam

Menjadi Pribadi Unggul

Setiap orang menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Semua orang ingin memiliki pribadi yang unggul, yang menyenangkan hati Tuhan juga manusia. Pdt. Pengky Andu mempunyai resep bagi kita untuk memenuhi keinginan kita tersebut yaitu :

1. Berusaha untuk mendahulukan kebenaran dan nurani daripada kepentingan diri

sendiri. Menjadi pribadi utuh yang baik, baik luar maupun dalam. Tidak ada kepura-

puraan dengan menutupi kelemahan diri.

2. Membangun kehidupan yang ideal dengan cara membangun kepribadian dan

renovasi diri. Kita harus memimpin diri sendiri, mengelola hidup dan mengetahui

apa yang kita miliki dan harus kita kerjakan. Bersama Tuhan kita mampu

melakukannya.

3. Menjalani proses kehidupan dengan tekun, sabar dan ulet serta memegang erat dan

percaya akan janji-janji Tuhan yang tidak pernah meleset.

4. Menjadi generasi yang tidak pernah menyerah. Selalu berpikir positip dan hidup

optimis. Menjadi orang yang tidak pernah berhenti dalam berusaha, berharap dan

doa.

5. Melakukan segala sesuatu dengan menggunakan hikmat Tuhan. Hikmat adalah

sumber kehidupan, maka kita harus senantiasa memohon hikmat kepada Tuhan

terlebih dahulu sebelum bertindak.

6. Kita perlu bantuan orang lain. Tuhan dapat memakai orang lain dalam penyiapan

mental dan karakter kita untuk memujudkan setiap tujuan dan rencana Tuhan dalam

hidup ini.

7. Memiliki rasa dan hati nurani untuk menjadi saluran tangan Tuhan dalam menolong orang-orang yang membutuhkan , sehingga kasih Tuhan nyata di mana-mana. Dalam hal ini kita membutuhkan kekuatan cinta, kekuatan pikiran dan kekuatan spiritual. Kita juga harus memilikidan mengembangakan persepsi, potensi, prinsip, passion, purpose, plan, process, perseverance, dan flexibility.

8. Menyenangkan hati Tuhan dengan menuruti kehendak-NYA dan memahami

penyertaan Tuhan dalam hidup kita.